Serangan Diredam Southampton, Liverpool Turun Peringkat

Published / by admin / Leave a Comment
Southampton Vs Liverpool, Southampton, Liverpool, premier league, epl 2016

Southampton Vs Liverpool

Kemarin tanggal 19 November 2016, Liverpool dihadapkan untuk melawan Southampton dalam ajang lanjutan kompetsi Premier League. Pada pertandingan putaran ke 12 kali ini Liverpool harus rela berbagi poin dengan Southampton karena mereka mampu menahan imbang permainan dari tim racikan Jurgen Klopp.

Seperti yang diprediki, Liverpool mampu mendominasi pertandingan saat melawan Southampton dikandangnya, St. Mary’s Stadium. Tercatat Liverpool menguasai bola sekitar 65%. Selain itu The Reds pun cukup agresif, mereka berhasil melakukan 15 serangan, namun hanya 2 kali saja peluang yang mampu tepat sasaran. Lima kali berhasil dihalangi oleh Fraser Forster, kiper Soton. Sisanya melebar menjauhi sasaran.

Kuatnya tim asuhan Claude Puel dalam meredam semua serangan Liverpool membuat pasukan Klopp fustasi dan kehabisan ide. Padahal Liverpool merupakan tim yang paling banyak mengetarkan gawang lawan lawannya di ajang Premier League sampai saat ini.

Namun sepertinya Puel sudah mengatur strategi bahwa pasukan Klopp tak bisa diladeni dengan cara biasa, apalagi main terbuka. Ia lebih fokus dalam hal pertahanannya di babak pertama. Sehingga peluang yang tercipta tidak mampu dimaksimalkan pemain Liverpool.

Walaupun begitu,  Klopp merasa cukup puas akan hasil pertandingan. Mereka mampu menguasai pemainan dengan dominan dan melepaskan 15 tembakan dalam pertandingan tersebut.

Sepertin yang dilansir oleh ESPN, Ia mengatakan “Babak pertama tidak buruk namun babak kedua lebih baik. Performa yang sungguh bagus untuk melawan sebuah tim yang sulit dikalahkan pertahanannya. Southampton adalah salah satu tim dengan organisasi permainan di liga. Saya rasa mereka sedikit menyesuaikan gaya permainannya dengan kekuatan kami.  Kami punya cukup peluang untuk menang, terutama di babak kedua. Reaksi kami di babak kedua sangat bagus, pergerakannya juga lebih baik.”

Klopp juga sebenarnya merasa timnya bisa saja mencetak paling tidak sebuah gol. Namun, Ia tidak mempermasalahkannya. “Saya bisa menerimanya dengan performa kami saat ini. Kami bisa saja mencetak gol, bahkan kami mungkin seharusnya mencetak gol. Namun, itulah sepakbola. Saya sering mengalami kekalahan dalam laga-laga seperti ini, bahkan saat tim saya bermain lebih baik dan menciptakan lebih banyak peluang,”

Sutrridge Akan Tinggalkan Liverpool?

Published / by admin / Leave a Comment
 Daniel Sturridge, Liverpool, jurgen klopp, premier league, epl 2016

Daniel Sturridge – Liverpool

Pemain lini depan Liverpool, Daniel Sturridge, sampai saat ini  telah membuktikan kemampuannya dalam bertanding. Tercatat dalam 77 kali Ia merumput Ia sudah menghasilkan 43 gol sampai saat ini. Ia sudah berada di Liverpook sejak tahun tahun 2013 silam. Sebelumnya Ia membela Chelsea dari 2009 sampai 2013 dan sempat juga mengabdi pada Manchester City dari 2006 sampai 2009.

Namun sepertinya pada musim ini performanya agak menurun. Sturridge belum mampu menyumbangkan sebuah gol untuk timnya padahal sudah delapan kali ia merumput. Padahal Liverpool mencatatkan dirinya sebagai pemilik gol terbanyak sampai minggu ini yaitu 30 gol. Liverpool juga bermain sangat bagus dimusim ini, bahkan di minggu ini berada di puncak klasemen Liga Inggris.

Memang di musim lalu, Sturridge mampu menggetarkan jaring lawang sebanyak delapan kali dalam 14 kali pertandingan yang Ia mainkan dan juga dibawah pelatih yang sama, Jurgen Klopp.

Tak ada masalah dengan latihan yang diberikan oleh pelatihnya karena Ia menyukai latihan yang diberikan Klopp karena lebih memilih pendekatan taktis. Klopp selalu mempersiapkan strategi latihan tergantung dengan lawan yang akan dihadapi oleh Liverpool, jadi tidak selalu dengan strategi yang sama.

Seperti yang dilansir oleh Fox Sports, Sturridge mengatakan “Latihan kami sangat taktis. Saya tidak ingat kapan terakhir kali ada sparring lima pemain lawan lima pemain. Mungkin setelah pertandingan, para pemain yang tidak tampil dalam laga akan diminta tanding empat lawan empat. Tapi kami sangat jarang bertanding seperti itu.”

“Yang pasti, semua pemain Liverpool diwajibkan untuk fokus dan serius dalam setiap sesi latihan. Dalam latihan menembak pun, semua pemain juga harus melakukannya dengan serius. Kami mungkin melakukan latihan shooting, tapi juga disisipi dengan latihan passing. Kami semua harus tajam, kami harus fokus. Tidak ada yang mau menjadi pemain mengacaukannya.” Lanjutnya.

Walau Ia senang dengan latihan dengan timnya namun terdengar kabar bahwa Sturridge dikabarkan akan hengkang dari Liverpool pada bursa transfer musim dingin besok. Ia merasa tak senang karena dirinya semakin jarang dimainkan musim ini. Apalagi ditambah isu bahwa pemiliknya juga tela menjualnya dengan harga sekitar 28 juta Pounds. Hal tersebut membuat Sturridge semakin kencang untuk pergi dari Stadium Anfield.

Stan Collymore, mantan striker Liverpool,  berharap klopp mengurungkan niatnya untuk melepaskan Sturridge begitu saja,karena menurutnya Sturridge adalah pemain berkualitas dan hanya perlu diberi jam bermain yang lebih saja.

“Dengan rasa hormat yang besar pada rekan-rekan seklubnya yakni Roberto Firmino, Philippe Coutinho dan Sadio Mane, mereka tidak mencetak gol seperti itu di tiang dekat dengan cara itu. Itu adalah gol striker spesialis penyerang tengah dan, saya berharap, jadi sebuah pengingat untuk Klopp atas hal apa yang sanggup dilakukan Sturridge bila diberikan layanan yang berkualitas.” Jelas Collymore .

Peringkat Pertama Klasemen, Klopp Tetap Rendah hati

Published / by admin / Leave a Comment
Jurgen Klopp, Liverpool, premier League, epl 2016

Jurgen Klopp – Liverpool

Jurgen Klopp selaku pelatih dari Liverpool menginginkan pasukannya tetap rendah hati dan tak besar kepala terutama setelah posisi timnya naik ke puncak klasemen semntara Liga Inggris untuk putaran ke 11 saat ini. Apalagi untuk mencapainya mereka berhasil menaklukan Watford dengan skor 6-1.

Gol sebanyak itu dihasilkan oleh Sadio Mane dengan dua gol, Philippe Coutinho, Emre Can, Roberto Firmino dan Georginio Wojnaldum. Namun mereka sempat mendapat perlawanan dari Watford dan menerima bola ke perut gawang mereka melalui tendangan Daryl Janmaat.

Klopp mengungkapkan perasaannya tentang rumor yang beredar bahwa mereka akan menjadi juara musim ini. Ia mengatakan  “Jika ada seseorang yang berpendapat bahwa menang satu poin di klasemen sementara dalam 11 pertandingan merupakan sinyal besar untuk musim ini, saya tak bisa membantu orang ini. Maaf! Kami tetap kalem, tak ada yang terjadi,”

Ia merenuskan “Namun Ini adalah posisi terbaik yang bisa saya bayangkan sebenarnya, tapi benar-benar tak ada hal lain yang terjadi. Kami tak berbicara mengenai hal ini sebelum pertandingan meskipun kami tahu Arsenal imbang melawan Tottenham, kami benar-benar tak membicarakan kemungkinan memuncaki klasemen,”.

“Satu-satunya yang bisa Kami lakukan adalah bekerja dan berkonsentrasi, karena banyak hal yang bisa terjadi secara berbeda dalam beberapa pekan ke depan atau bulan,” ujarnya.

Disebut sebut yang menjadi keunggulan Klopp pada musim ini adalah strategi penyerangan yang baik. Legenda sepakbola Inggris, Gary Lineker, pun mengakui kehebatan taktik ofensif dari Liverpool dibawah asuhan Klopp

Sampai putaran ke 11, mereka telah mereguk 8 kali kemenangan dengan dua kali imbang dan sekali kalah. Selain itu, Liverpool juga mencatatakan sebagai pemilik gol terbanyak dibandingan klub lain sampai saat ini. Pasukannya telah mengoleksi 30 gol walaupun dalam peringkat 7 besar,  mereka juga memiliki angka kebobolan terbanyak.

Dalam jeda internasional kali ini, Klopp memberikan waktu liburan bagi pemainnya, hal yang sangat jarang ia lakukan. Keputusan ini Ia lakukan karena ada beberapa pemain Liverpool lainnya yang untuk sementara meninggalkan markas untuk membela negaranya masing masing. Mereka adalah Philippe Coutinho, Jordan Henderson, Nathaniel Clyne dan juga Simon Mignolet.

Tentunya jika diadakan sesi latihan maka akan tidak efektif karena pemain utamanya tidak ada dan berlatih hanya beberapa orang saja. Namun Ia menemukan manfaat lainnya dalam liburan kali ini karena akan memberikan suasana baru bagi pemainnya setelah bertanding dengan intensitas yang tinggi.

Ia mengatakan “Mereka masih memiliki program – untuk berlatih dan tetap fit. Tidak semua dari mereka bisa pergi ke mana pun mereka inginkan karena jika Anda sedikit cedera Anda harus berada di sini. Tapi sesi latihan yang nyata tidak akan masuk akal dengan lima atau enam pemain saja. Beri libur beberapa hari dan kemudian kita akan mulai lagi,”

Pesta Gol Lawan Watford, Liverpool Ke Puncak Klasemen

Published / by admin / Leave a Comment
jurgen klopp, liverpool, watford, liverpool vs watford, premier league, epl2016 ,epl sadio mane

Sadio Mane Brace Saat melawan Watford

Pada pertandingan putaran ke 11 kali ini, sepertinya banyak yang mengadakan pesta gol dalam ajang kompetisi Premier League. Salah satunya yang merayakannya adalah Liverpool.  Mereka ternyata mampu membuktikan strategi offensif yang baik dalam melawan Watford di Stadium Anfield Road. Dalam laga tanggal 6 November 2016 tersebut, pasukan dari The Reds berhasil menekuk Watford dengan skor 6-1.

Liverpool bermain sangat cemerlang dan lebih menguasai permainan baik dari babak pertama maupun babak kedua. Mereka berusaha menembus pertahanan lawan dari berbagai segi sednagkan Watford lebih cenderung membuat bertahan yang masif di babak pertama dan mulai mengubah strategi pada babak kedua.

Setelah pluit babak pertama dibunyikan, kedua tim saling mencicipi kemampuan lawan masing masing namun sepertinya tim asuhan Jurgen Klopp lebih mendominasi permainan. Pada menit ke 27 Liverpool mendapatkan kesempatan melakukan sepak pojok. Kemudian Philippe Coutinho menerima umpan tersebut dan memberikan ketengah mulut gawang dimana Sadio Mane sudah ada disana dan menyundulnya ke jaring Watford. Hampir tertangkap oleh Heurelho Gomes namun akhirnya harus bersarang di dalam gawang.  Angka berubah menjadi 1-0.

Namun tiga kemudian Liverpool mengubah papan angka lagi. Firmino memberikan umpan pada Coutinho dan dari luar kotak penalti, Coutinho sukses menyarangkan bola rendah ke tengah gawang tanpa tersentuh penjaga gawang.

Menjelang babak pertama berakhir, di menit ke 43 Adam Lallana memberikan umpan lambung ketengah kotak penalti dan disambut oleh Emre Can serta langsung menanduknya menuju sisi kanan gawang dengan kuat. Hasilnya adalah bertambahnya angka menjadi 3-0 untuk Liverpool hingga babak pertama usai.

Tertinggal tiga angka membuat Watford mengubah strateginya saat babak kedua pun dimulai. Namun yang terjadi The Reds tetap melakukan pressing. Serangan dari Liverpool tetap dilancarkan hingga di menit ke 57, Lallana meberikan umpan lagi kedalam kotak penalti dan diterima baik oleh Roberto Firmino. Tak berfikir lama, Ia menembakkannya dan berhasil mengoyak gawang lawan. Skor menjadi 4-0.

Unggul 4 angka sepertinya membuat tim asuhan klopp memanfaatkan momen yang langka ini. Tiga menit berselang, Mane berhasil mengolah umpan dari Roberto Firmino, dan ia layangkan bola tersebut ke tengah jaring Watford. Skor berubah lagi menjadi 5-0.

Agak sulit untuk menyamai kedudukan namun sepertinya tim asuhan dari Walter Mazzari tetap  mencoba membangun serangan dan mencoba memperkecil kekalahan mereka. Dan akhirnya pada menit ke 75, Daryl Janmaat berhasil membenamkan bola ke pojok kiri bawah gawang Liverpool.

Namun menjelang Injury time, Wijnaldum berhasil memanfaatkan sisa waktu yang ada. Saat berada di dalam kotak penalti mengambil bola liar dan menembakkannya langsung ke gawang Watford hingga Skor bertambah menjadi 6-1 hingga babak kedua selesai.

Unggul atas Watford dalam pertandingan ini, Liverpool akhirnya naik peringkat ke puncak klasemen sementara minggu ke 11 menggantikan Manchester City yang sudah lama berada disana sejak awal musim.

Liverpool Menang Walau Tak Tampil Maksimal

Published / by admin / Leave a Comment
Crystal palace vs livepool, liverpool, crystal palace, jurgen klopp, epl2016 , epl 2016, epl

Liverpool Ungguli Cristal Palace

Kemarin tanggal 29 Oktober 2016, Liverpool bertandang ke Selhurst Park untuk melanjutan ajang kompetisi liga Inggris Premier League putaran ke 10. Jamuan pertandingan di kandang Crystal Palace berakhir dengan kemenangan ditangan Liverpool.

Dalam pertandingan tersebut Liverpool sepertinya lebih mendominasi permainan, baik penguasaan bola maupun serangan yang dilancarkan ke gawang lawan, terutama pada babak pertama. Sang tuan rumah juga mereka melakukan perlawanan dan kebanyakan kesempatan yang mereka lakukan adalah dengan melalui dengan serangan balik. Meskipun tim asuhan dari Alan Pardew itu sempat memberikan perlawanan sengit, sepertinya mereka harus mengakui kehebatan The Reds dengan skor 2-4.

Selaku pelatih Liverpool tentunya Jurgen Klopp merasa senang atas pencapaian timnya. Mereka telah berhasil merebut tiga poin dari tuan rumah walaupun ia merasa, permainan mereka tidak maksimal. Ia berpendapat bahwa ada beberapa kesalahan yang diperbuat oleh anak asuhnya pada pertandingan itu. Malah mereka disebut tak tampil seperti biasanya.

Dalam situs resmi Liverpool, Ia mengungkapkan “Di stadion, kami merasakan adanya perubahan suasana pada saat Palace membuat gol. Maka Anda tahu betapa sulitnya pertandingan tersebut sejak saat itu. Crystal Palace bangkit dan mencetak gol kedua dibabak pertama, kami mencetak gol ketiga dan tampil lebih baik lagi dalam laga itu,”.

Ia melanjutkan “Di awal babak kedua, Crystal Palace mencoba segalanya – tidak benar-benar jelas, tetapi mereka membuat semacam tekanan. Kami tidak bermain sepak bola. Kami mencoba untuk berteriak dari luar ‘dimohon untuk bermain sepak bola lagi’. Ketika kami melakukan itu, kami mendapatkan momen-momen kami dan mencetak gol keempat yang indah. Semua baik-baik saja.”

Mantan pemain Liverpool, Jamie Carragher, mengakui bahwa musim ini sepertnya Liverpool bisa perform sesuai dengan keinginan Klopp. Pria uang pernah mengabdi lebih dari 15 tahun pada The Reds menyebutkan bahwa Liverpool layak sebagai salah satu kandidat juara musim ini. Mereka tampil atraktif dan haus gol. Buktinya mereka bisa menang walau tak tampil maksimal.

Carragher juga mengakui walau Liverpool tak bermain dengan bagus pada saat melawan Crystal Palace, namun tetap bisa menang dengan skor 2-4, apalagi di kandang lawan.